My Inner Voice Heard By Heroines

Self-Published

Community Rating

Description

Riser melakukan perjalanan ke dunia novel dan menjadi penjahat. Hal pertama yang dia lakukan saat pindah adalah pensiun dari pertunangan!

Saya telah melihat rutinitas penjahat semacam ini di beberapa novel, saya tidak menyangka akan mengalaminya sendiri. Meski begitu, saya harus bertahan hidup di dunia novel tanpa otak ini.

Namun apa yang terjadi selanjutnya membuat Riser terkejut.

Rias: "Riser, apakah kamu tahu perbedaan antara kamu dan bintang-bintang?"

Riser bertanya dengan bingung. "Apa bedanya?"

Rias: "Bintang ada di langit, tapi kamu ada di hatiku!"

Riser: ".... (Ada yang salah dengan wanita ini. Bagaimana dengan protagonis? Bagaimana dengan plotnya? Sebagai heroine, kenapa kamu tidak memiliki kesadaran diri!)"

Grayfia: "Riser, kamu telah membantuku berkali-kali. Jika kamu mau, aku bisa menjanjikanmu tubuh dan hatiku."

Riser: "Cough, cough! That's an interesting idea. What about your fiancé?"

Grayfia: "Fiancé? You mean Issei? I never recognized him as my fiancé. I hate him."

Looking at the heroines who were sucking up to him and ignoring protagonist, Riser felt very tired.

"Sorry protagonist, these heroines don't want to be with you. Why not find another woman out there?"

Seeing the heroines with villain, protagonist angry and vomits blood.

Riser had no other choice but to bully protagonist to death.

- [Penjahat yang tidak bermain sesuai plot] - [Penjahat tidak ingin kembali ke dunia asalnya] - [Penjahat berpikir tentang hidup di dunia novel] - [Penjahat berhati-hati] - [Penjahat jangan' tidak ingin menjilat anjing] - [Wanita menjilat penjahat] - [Penjahat lucu] - [Penjahat tidak terlalu jahat] - [Drama ringan] - [Urban rutin] - [DxD AU dan karakter anime lainnya] -

Information

Status
Hiatus
Year
2023

Royal Road Stats

Rating
2.5/ 5.0
Followers
3
Views
12,424

Chapters(12 total)

Reviews

No reviews yet. Be the first to share your thoughts!

Community Reviews(1)

  • bondRoyal Road
    ★★★ 3.0
    There are a lot of plot holes, characters are one-dimensional, a lot of cliches (which is appropriate for this setting but still.)
    It's not a bad, neither it is good.
    A fiction you can turn off your brain and just enjoy, don't read too seriously.
    But i genuinely think this could be something more, if only author put in some more hours, i'd enjoy seeing character interactions of everyday life, especially with how issei appears every few scenes, this makes the world very lacking.